"Untuk mengembalikan minat baca anak-anak dengan konsep alam." ujar Nofri Ferdian, pendiri  Taman Baca Mutiara Hati Negeri Dongeng.

Suasana asri dan tenang menyelimuti area sebuah rumah yang didepannya berdiri pondok-pondok mungil, tanaman-tanaman serta juraian  dedaunan yang mempesona. Disana bermukim Nofri Ferdian dan keluarga, pendiri Taman Baca Mutiara Hati Negeri Dongeng.


Berawal dari keinginannya untuk mengembalikan minat baca pada anak-anak. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari mengumpulkan buku-buku layak baca, menciptakan suasana yang mampu mengikat mereka, hingga membuat inovasi-inovasi agar anak-anak yang berkunjung kesana mampu mengembangkan potensi diri.

Nofri berpandangan bahwa ditengah gempuran teknologi, anak-anak haruslah diberikan sesuatu yang berbeda, yang membuat mereka tidak terdampak negative dengan segala bentuk kemajuan yang ada. Baginya, kembali kealam, adalah salah satu cara yang cukup efektif untuk mengarahkan anak-anak menikmati usianya, usia untuk belajar dan bermain dengan yang ada disekitarnya.



            Buku-buku berjejer rapi, seolah menanti giliran untuk dilahap bagi mereka yang haus ilmu dan pengetahuan. Tidak ketinggalan buah-buahan yang masih bergantung dibatangnya, siap dipetik bagi siapa saja yang ingin mencicipinya. Benar-benar menarik Taman Baca ini. Tidak hanya buku yang disediakan untuk dibaca, namun juga bibit tanaman untuk ditanam. Ya! Di Taman Baca ini pengunjung tidak hanya didekatkan dengan buku, namun juga dieratkan dengan alam. Seolah sang pendiri ingin berpesan bahwa ilmu berasal dari alam, dan untuk mendapatkannya, dekatilah alam.

13 Komentar

  1. Nah yang harus didukung pemerintah lo, biar bisa berjalan dengan baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali,krn menumbuhkan minat baca dan melestarikan lingkungan bukan cuma tanggung jawab para pegiat literasi dan alam, tp tanggung jwb kita semua.

      Hapus
  2. Alam yang asri lebih menginspirasi ya Andin..

    BalasHapus
  3. Belajar sambil + wisata + refreshing = ya pasti Mutiara Hati lah..

    BalasHapus
  4. Nyaman yah, baca di taman baca mutiara hati...

    BalasHapus
  5. Mantap narasinya, Andin. Hanya saja perlu diksi yg tepat untuk disandingkan dengan kata / kalimat sebelumnya.
    Tertulis, buku-buku berjejer rapi, seolah menanti giliran utk dilahap oleh mereka yg haus ilmu & pengetahuan. Kata dilahap itu biasanya diperuntukkan kpd makan apalagi sesudahnya ada kata haus. Sebaiknya diubah menjadi dibaca, sehingga kalimatnya seolah menanti utk dibaca oleh mereka yg haus akan ilmu pengetahuan.
    Secara umum sudah bagus dan perlu peningkatan.
    Salam literasi.

    BalasHapus
  6. Dekatilah alam, lalu? πŸ€”

    BalasHapus
  7. kerenn



    hasilkan uang melimpah hanya dengan menggunakan gadget di bandar togel online yang aman dan terpercaya hanya di http://masbrotogel.com/

    BalasHapus