74 Tahun, 
bukanlah waktu yang singkat untuk tetap hidup di tengah peradaban yang semakin maju.
Peradaban yang semakin berkembang , namun sangat rentan saling menyerang.
Peradaban yang semakin terbuka, namun nyaris tak kuasa kendalikan dinamika budaya. 
RRI, di 74 tahun usianya, tetap hidup, berkembang 
dan berupaya membentengi istana rakyat Indonesia 
dari peradaban yang bisa saja menghancurkan dan memporak-porandakannya.
 Selama berkiprah sebagai jembatan dan gerbang informasi bangsa, 
RRI telah mampu menunjukkan komitmennya sebagai 
penyampai informasi, pelestari budaya dan pemersatu bangsa. 
Semoga ke depannya, RRI lebih mampu memberikan sumbangsih yang berarti,
terutama dalam upaya peningkatan sumber daya manusia Indonesia 
dan dalam membuka tabir isolasi informasi . 

Jayalah Republik Indonesia!
Sekali di udara, tetap di udara !!